oleh

Komisi II DPRD Kunker Ke Disperindak Membahas Penanganan Dampak Covid 19

Ternate, TMc- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate Kunjungi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate. Selasa 23 Juni 2020. Kunjungan tersebut terkait dengan penanggulangan penaganan serta dampak dari Covid-19.

Dalam kuker tersebut Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A. Wahid saat di konfirmasi menjelaskan, bahwa Dinas Perindustrian dan perdagangan di masa pandemi ini telah mengambil langkah-langkah dalam hal pemberdayaan IKM dan UMKM yang ada di kota Ternate melalui Tara No Ate.

Meski begitu, Mubin menyebutkan bahwa Sejumlah IKM dan UMKM yang dihimpun oleh Tara No Ate dibawah kendali Disperindag dengan pemberdayaan hasil produk kue yang dikemudian di jual ke posko-posko gugus tugas Covid-19 tidak berjalan mulus.

Pasalnya,  kue-kue yang memiliki jangka waktu atau masa kedaluwarsa tersebut hanya satu kali didistribusikan ke Posko Gustu kota Ternate.

“Jadi penyaluran kue hasil produk IKM dan UMKM ke posko gugus tugas selama masa pandemi hanya sekali, setelah itu sudah tidak pernah lagi dilakukan,”ujar Mubin.

Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena dari anggaran yang diajukan sebesar Rp 100 juta tersebut baru terpakai Rp 5 juta sejak April 2020, sehingga hal inilah yang menjadi pertanyaan komisi II terkait sisa anggaran sebesar Rp 95 juta.

“ini disayangkan ketika mereka (Disperindag) mengajukan anggaran sebesar Rp 100 juta ke pemerintah kota Ternate, dengan harapan untuk memberdayakan ibu-ibu yang produksi kue dan sebagainya, ternyata gugus tugas hanya membeli sekali dengan harga 5 juta selama beberapa bulan ini, terus 95 jutanya ini kemana,” ungkapnya.

Mubin juga menyebutkan bahwa Sampai saat ini skema pemerintah terkait dengan pencegahan dampak covid-19 ini tidak jelas. Pasalnya pemberdayaan IKM dan UMKM tidak berjalan dengan baik.

Lebih jauh, Mubin juga mengatakan Disperindag juga mendapatkan dana CSR Pertamina Papua sebesar Rp 1,5 Miliar dengan bunga 3 persen yang diperuntukan untuk pemberdayaan IKM dan UMKM.

“Jadi itu sudah jalan selama 3 tahun ini, tapi dimasa pandemi ini, katanya Kota Ternate tidak dapat tapi akhirnya dapat juga, Alhamdulilah, dan ini merupakan upaya-upaya yang dilakukan pihak Disperindag dalam mensuport IKM dan UMKM yang terdampak Covid-19,” tutupnya. (NN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed