oleh

Pendapatan Para Pedagang Ikan di Pasar Rakyat Gotalamo II Morsel Anjlok

MOROTAI, TMc- Para pedagang ikan di Pasar Rakyat Gotalamo II Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) pendapatan anjlok. Pasalnya, pedagang ikan rugi jualan di Pasar Rakyat akibatnya sepi pembeli, ini mengancam biaya sekolah anak-anaknya.

Saya seorang janda, anak 4 Orang, Kuliah 2 Orang dan masi sekolah SMA 2 Orang, semua itu dari hasil ikan, tapi sekarang itu so tidak bisa, bahkan saya dalam satu minggu itu saya rugi 3 juta, bahkan saya punya makan pun susa, semenjak saya masuk di sini saya rugi sudah 7 juta lebih. Jadi saya jual di sini sudah dua Minggu itu saya rugi sudah 7 juta lebih, jdi kalau mereka tidak layani kami, maka kami  pindah di Daruba Pante, kami tidak mau bertahan di sini.

“Perhari itu saya buang modal 1 juta lebih, itu Baru satu macam ikan, dan belum  ikan lain, jadi dalam seminggu itu saya rugi 3 juta lebih,” kata Wa Ode Napo, salah satu penjual ikan di Pasar Rakyat Gotalamo II, Senin (22/06/2020).

Saat pasar Gotalamo II itu pindah tempat, dirinya nyaris tak mampuh membiayai anaknya ke sekolah karena hampir tak mampuh membiayai uang transportasi ke 4 anaknya untuk ke Sekolah.

“Saya berikan biaya buat anak pergi sekolah saja dalam sehari saya buang doi (Uang) 100 ribu untuk ongkos anak ke sekolah, kalau kita punya pendapatan model ini bagaimana kita mau kase sekolah kita punya anak. Jadi anak saya kalau saya tidak dapat uang mereka  tidak pergi sekolah dan kuliah. Kalau masi pasar di sana (lama,red) saya punya anak mereka sekolah selma 5 tahun ini saya masi bisa sanggup biayai. Sekarang sudah tidak bisa sanggup, bagaimana mau sanggup, kami punya makan saja susa,”keluhnya sembari menangis.

Hal senada juga disampaikan oleh Alwiah Dege, yang juga salah satu penjual ikan. Menurutnya, setelah pasar ikan pindah ke Pasar Rakyat Gotalamo II. Modal yang dikeluarkan dan pendapatan pun sulit di dapatkan.

“Setelah kita pindah itu kamu punya uang 1000 saja tidak bisa pulang, jadi cuma buat beli makanan saja ,kalau pendapatan saja tidak ada lalu kami punya anak mau makan apa,? ini kami sudah kasi kaluar modal dan  untungnya saja juga tidak ada terpaksa kami buang,” katanya.

Kata dia,  bangunan yang sudah di sediahkan Pemda Pulau Morotai, itu tidak layak di pakai, dan mereka membuat tenda di sela-sela bagunan Pasar Rakat.

“kami pinda kesini hanya buat uang kaluar lagi, karena kami harus buat tempat jualan lagi, dan kami  buat tempat jualan saja kami sudah  keluarkan uang 1 juta. Makanya saya bilang coba liat kami dulu, kami kalau di pasar Gotalamo yang lama itu kami bisa kase sekolah kami punya anak, tapi sekarang kami pindah pasar baru sini kami punya makan saja cari setenga mati, Bahkan kami punya ikan lain tu kami tukar dengan rampa-rampa dan pisang untuk menunjang makanan dirumah,” keluhnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindakop-UKM) Pulau Morotai, Nasrun Mahasari, ketika di Konfirmasi Media ini melalui Via Whatsapp belum di respon hingga berita ini di turunkan. (Izn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed