oleh

BMKG : Saat Ini Sedang Mengalami Konvergensi Angin Berdampak Penumpukan Masa Udara di Wilayah Malut

TERNATE, TMc- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini Maluku Utara sedang mengalami konvergensi angin yang mengakibatkan penumpukan masa udara di Wilayah Malut.

“cuaca Maluku Utara saat ini sedang ada fenomena konvergensi angin di Wilayh Maluku Utara yang dimana membuat masa udara itu menumpuk di Wilyah Maluku Utara dan akibatnya awan-awan konvektif seperti awan-awan Cb atau Cumulonimbus dan awan-awan hujan itu potesi sangat kuat sakli timbul di Maluku Utara” terang Satria Kridha Nugraha, Prakiwan BMKG Stasiun Kelas I Sultan Babullah Ternate kepada media ini di kantornya, Minggu (21/6) kemarin.

Jadi awan yang dimaksud itu tepatnya akan mengakibtakan hujan yang sangat kuat yakni pada malam dan waktu dini hari.

Secara spesifik sejumlah daerah yang akan mengalami hal tersebut diantaranya Morotai, Tobelo, Galela, Maba, Buli dan Jailolo, termasuk Ternate, Tidore, Sofifi yang memiliki potensi hujan yang kuat.

“tapi yang sangat kuat sekali itu ada di Wilayah Utara (Tobelo, Morotai, Galela) dan Timur (Maba sama Buli)” jelas dia.

Biasanya dengan kondisi model hujan seperti ini itu disertai angin kencang dan petir. Untuk kekuatan anginnya bisa mecapai 30 kilometer per jam, sedangkan tingkat cura hujan mulai dari sedang hingga lebat mencapai 10 sampai 20 mm per jam.

Sementara kondisi perairan yang berkaitan dengan tingginya gelombang dalam situasi daerah konvergensi ini prinsipnya anginya cenderung teduh ototmatis di Malut memiliki tinggi gelombang tidak signifikan yaitu sekitar 0,25 – 1,25 meter pada Wilyah Utara, Timur, Tengah dan Barat.

“jadi masih belum ada peringatan dini terkait tinggi gelombang di Wilayah-Wilayah, kecualai di Wilayah Taliabu dan Sanana,” ujarnya.

Meski demikian dia juga mengatakan potensi gelombang cukup tinggi ada pada seputaran Wilayah Taliabu dan Sanana bisa mecapai dua setengah meter. “jadi perairan Selatan untuk saat ini untuk tinggi gelombang cukup signifikan” kata dia.

Untuk analisa konvergensi ini masih akan terus terjadi sampai tiga hari kedepan, setelah itu diupdate kembali kondisinya bagaiamana. Pada bulan saat ini cendurung basah karena angin dari Timur yeng kemudian berpotensi masa udara itu basah, namun kemungkinan besar akan berakhir pada pertengahan bulan depan (Juli 2020) dan memasuki musim pancaroba dimana tipe hujanya sangat tidak merata.

“misalnya di Wilayah Kota Ternate sendiri terkadang di bagian utara hujan lebat sementara dibagian selatan sama sekali tidak diguyur hujan (panas), biasanya musim Pancaroba seperti itu, jadi tipe hujanya sangat lokal sekali,” tutupnya. (NN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed