oleh

Plt, Kadis PU-PR Kepsul : Pembangunan Mesjid An-Nur Diduga Bermasalah

SANANA, TMc- Salah satu pembangunan mesjid yang belum selesai di kerjakan bahkan bermaslah karena bangunan mesjid tersebut tidak bisa di gunakan oleh warga setempat, yakni Mesjid An-Nur di Desa pohea Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Pasalnya, proyek mesjid yang berlantai dua ini suda di kerjakan empat kali tahapan pekerjaan yang menelan anggaran berkisar Rp. 4 milyar lebih tetapi tidak bisa di gunkan karena terjadi keretakan pada dinding dan lantai dua mesjid tersebut.

Dengan demikian, pelaksana tugas PLT Kepala Dinas PU-PR, kabupaten Kepulauan Sula, Nursaleh Bainuru Menyampaikan bahwa, “Setau saya tim Ahli itu suda pernah turun ke sula dan melakukan pemeriksaan sehingga dari hasil itu di jadikan bahan evaluasi yang tertuang dalam rekomendasi tim ahli tersebut, Maka untuk pembangunan mesjid ini menggunaan bahan giferfi sesuai dengan hasil itu” Jelas Nursaleh di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurutnya tim ahli juga yang berkomunikasi langsung dengan agen giferfi yang ada di makassar setelah itu kami perintahkan pihak ketiga untuk melakukan komunikasi dengan agen giferfi  di makassar slSulawesi Selatan, Dan sekarang suda ada MOU antara pihak ketiga deng agen Giferfi di makassar bahkan matrial itu suda tiba di sanana sekarang tinggal proses kerjanya.

“Jadi Yang menjadi hambatan dalam pekerjaan ini dikarena mekanisme keluarnya tenaga oleh agen giferfi untuk kesini terhambat dengan persoalan administrasi dan lain-lain sehingga kami masi menunggu itu” plt Kadis PU-PR kepsul. Lanjut Nursaleh, untuk semntara Hasil komunikasi saya dengan pihak agen untuk saat ini kalau suda ada transportasi dari sana ke sini, itu saya paksakan mereka kalau bisa dengan kapal cuman, mereka sampaikan kalau dengan kapal kayaknya mereka tidak siap, mereka akan menunggu sampai proses penerbangan pesawat ini di buka, katanya.

“Kita tinggal hanya menunggu mereka datang karena yang lebih paham untuk mengerjakan itu dari agen itu sendri bukan dari kami, karena bahan untuk di kerjakan suda tiba di sini sekitar dua minggu yang lalu, pinta, mantan Kabid cipata karya Dinas PU-PR Kepsul ini.

Tabahkanya, Jadi bahan giferfi itu adalah teknoligi baru yang di temukan dan bisa di terpakan, misalnya pada proses pekerjaan beton yang mengalami retak bisa menggunakan bahan itu bahkan bisa menambah daya kekuatan beton.

“Harapan saya muda-mudahan dalam waktu sesingkat ini ada proses penyelesayan secara baik di mesjid ini, langkah-langkah konstuktif yang kami ambil tidak perlu menjadi opini yang berlibihan bahkan di giring ke rana yang berlebihan juga” tutupnya. (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed