oleh

Desa Daeo Majiko Morsel Terancam Abrasi Pantai Terkait PT. Labrosco Galian Pasir Gunakan Alat Berat

MOROTAI, TMc- Penggalian pasir menggunakan Excavator di desa Daeo Majiko oleh PT. Labrosco ini berdampak Abrasi, salah satu pemuda desa Daeo Majiko Kecamatan Morotai Selatan (Morsel). Kasim Bungan, meminta agar penggalian pasir di  hentikan, karena hal ini berdampak abrasi pantai di dua Desa, Daeo Majiko, dan Daeo Induk Kecamatan Morsel.

“Saya melihat langsung penggalian pasir benar-benar di lakukan oleh PT. Labrosco, dan operasi penggalian pasir dari kemarin pagi itu sampe hari ini dilakukan oleh PT. Labrosco, penggalian itu sangat berdampak negatif abrasi di dua desa, desa Daeo Induk, dan Daeo Majiko,” Kata pemuda desa Daeo Majiko, Kasim Bunga kepada Media ini melaui via Mesenger, Kamis (18/06/2020) kemarin.

Menurutnya, Penggalian pasir yang di lakukan oleh PT. Labrosco itu tidak ada izin dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Daeo Majiko, hanya saja izin dari pemilik lahan tersebut.

“Penggalian itu tanpa ada surat izin dari pemdes dengan dinas terkait. Hanya saja pemilik lahan yang berikan izin, semntara masyarakat desa Daeo Majiko juga marah tapi tetap tidak bisa buat apa-apa karena pemilik lahan berikan izin,” jelasnya.

Dia berharap, agar Pemda Pulau Morotai dan Pemdes Daeo Majiko mengabil langkah cepat terkait dengan penggalian pasir tersebut, sehingga tidak terjadi abrasi.

“Pemda Pulau Morotai dan Pemdes desa Daeo Majiko harus ambil langkah agar tidak terjadi abrasi di desa, sebab ini berkaitan dengan lingkungan di sekitar desa, maka tegas saya Pemdes dan BPD suda seharusnya membuat aturan tentang pengambilan pasir yang yang berakibat fatal,” Tegasnya.

Pjs. Kepala Desa (Kades) Daeo Majiko, Ismul Pinang saat di konfirmasi melaui via WhatsApp. Menjelaskan, terkait penggalian pasir yang dilakukan oleh pihak Perusahan PT. Laborsco itu, dirinya mengaku baru saja mendapat informasi, dan sementara Pemdes Majiko masih menanyakan izin ke pihak perusahan.

“Kami baru dapat info, dan proses pengerukan pasir yang berlansung inikan bukan cuman hari ini, kemudian Pemerintah Desa sampai dengan hari ini kami belum  dapat informasi, apakah mereka memiliki izin atau tidak kita harus tanya di mereka, dan sementara kami sudah menanyakan kepada pihak yang melakukan kegiatan itu, dan saya lansung perintah staf cek ke Perusahan, tetapi saat ini kita belum dapat informasi makanya kami juga belum bisa memberikan informasi,” ucapanya. (Irzan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed