oleh

Polres Kepsul Gelar Prss Release, Penyalagunaan di Medsos

SANANA,TMc- Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, Selasa (16/06) bertempat di Polres Kepulauan Sula, menggelar press release atas kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong (hoax) melalui media sosial facebook oleh terlapor Ismail Ahmad S.Mn alias Mail Sulla (IA) dan Riman Losen alias Diman (RL).

Terlapor Ismail Ahmad S.Mn alias Mail Sulla diduga telah melakukan pencemaran nama baik di media sosial melalui akun facebooknya Mail Sulla. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020, sekitar pukul 11.30 Wit, atas status terlapor yang bertuliskan “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia : patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng (gus dur)”.

Sebagaimana termuat dalam press release oleh Polres Kepsul, kalimat tersebut terlapor kutip dari bahasa Almarhum Gus Dur (Mantan Presiden Republik Indonesia). “Dalam artikelnya tertulis demikan, artikel tersebut diambil dari geogle kemudian diketik kembali pada dinding facebook dan selanjutnya diunggah.” Ujar Wakapolres Kepsul, Kompol Arifin Laode Buri, kepada awak media saat menggelar press release.

Dari tangan terlapor, lanjut Wakapolres, Polisi berhasil mengamankan 1 buah foto hasil screenshoot unggahan terlapor pada dinding facebook dan 1 buah HP Samsung Note 10.

Lanjut Wakapolres, atas perbuatannya terlapor terancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau denda paling banyak Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Sekedar diketahui, pada Pasal 45 ayat (3) Undang-undang RI nomar 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

“Setiap orarg yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau denda paling benyak Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”

Sementara terlapor Risman Losen alias Diman, diduga telah menyebarkan berita hoax melalui akun facebooknya Diman Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Maluku Utara Resort Kepulauan Sula Prees Release Penyelidikan atas dugaan tindak pidana penyebarar berita bohang melalui media sosial facebook 1. TKP Desa Fagudu Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, 2. Waktu kejadian Pada hari Rabu, tanggal 10 Juni 2020, 3. dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong melalui media sosia facebook, 4. Terlapor saudara Risman Losen alias Diman (RL), 5. Korban NKRI lebih khusus masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, 6. SAKSI: MA dan WS Torlapor saudara Risman Losen alias Diman (RL), 7. Barang bukti yang di amankan, sati buah foto hasil screeshoot unggahan pada dinding face book buah HP LG tipe 602. 8. Kronologis. Pada hari Rabu tanggai 10 Juri 2020 saudara, RL mengunggah pada dinding facebooknya dengan tulisan “covid 19 sudah menjadi hoax di sula ! apa yang perlu di takuti lagi ?.”

Menurut saudara. RL, covid 19 di sula memang tidak ada, hal itu sengaja di nembuskan oleh tim tenaga medis di Sula yang menangani pasien covid 19 bahwa seakan-akan di Sula tidak ada orang yang positif covid 19, ternyata itu tidak benar.

Hal ini dilakukan oleh saudara. RL karena berdasarkan hasil penelitian lisen yang dia lakukan bersama-sama dengan teman-teman dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Isiam Incldonesia) Cabang Kepulauan Sula, mereka berkesimpulan bahwa covid 19 di sula hanya bohong atau tidak benar dan sampai saat ini tidak ada orang yang positif di kepsul. Hal tersebur di klarifikasi oleh Sri Mulyati S.KM yang meruoakan tenaga medis pada gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sula, menurutnya pada saat ini ada pasien di nyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sula, hal itu berdasarkan uji laboraturium yang di lakukan oleh balai teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakin (BTKLPP) klas 1 Manado Sulawesi Utara.

  1. Pasal yang akan di sangkakan Pasal 45A ayat (1) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan maryesalkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah. Tutup Wakapolres Kepsul Kompol Arifin La Ode Buri (bht)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed